Kadang aku suka bingung sendiri melihat tingkah remaja zaman sekarang yang sukanya sedih karena pacarnya ( atau sering di sebut "galau" saat ini ). mereka sedih entah karena tidak bertemu pacarnya seharian/ pacarnya tidak sms/ tlp seharian/ pacar tidak membalas sms/ pacarnya di sms-in oleh perempuan lain/ DLL. Kebanyakan sumber galau itu hanya hal - hal kecil yang harusnya kita dapat menahan diri darinya, namun entah kenapa malah galau berkepanjangan. Padahal menurut pandangan diri saya pribadi, galau itu hanyalah sebuah perasaan yang terlalu di buat - buat oleh manusia itu sendiri. Coba kita perjelas lagi, apa itu sebenarnya galau ( Udah Putusin Aja 126-27 ).
Jadi sebenarnya yang namanya galau itu tidak ada. Sama seperti halnya sebuah perasaan. Dia tidak akan menjadi nyata saat aku tak menganggapnya ada.
Kalian tahu tidak, galau karena hal - hal kecil tersebut tidak begitu berarti jika di banding dengan galaunya anak - anak yang tidak seberuntung kita. Anak yatim piatu lagi cacat atau orang - orang yang cacat. Jika kalian sedih atau merasa curiga karena pacar tidak membalas sms, maka mereka sedih mengapa orang tua mereka tidak pernah membalas do'a - do'a mereka untuknya ( anak yatim piatu ). Jika kalian sedih karena tidak bertemu pacarnya seharian, maka mereka sedih karena mereka bertanya - tanya dalam hati kecilnya : Apa mereka dapat bertemu dengan jodoh mereka? apa akan ada suatu hari dimana pasangan mereka datang untuk menjemput mereka serta mengajaknya untuk membina sebuah keluarga?. Terkadang banyak nikmat yang sering kita lupakan yang telah di berikan oleh Allah kepada kita. Kita mempunyai sepasang mata namun harus memakai kacamata untuk memperjelas penglihatan kita lalu kita mengeluh | pernahkah kita berfikir bagaimana dengan orang yang bahkan tidak di berikan pernglihatan oleh Allah ?
mari kita renungkan bersama....
semoga postingan kali ini dapat bermanfaat untuk semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar