Kamis, 06 November 2008

nayla 1

6 november 2008
sudah kelas 9, sebentar lagi aku lulus sekolah. sedih rasanya berpisah dengan teman disini.

                           ost buku harian nayla

seperti yang kau ingini

bukan dengan barang fana
kau membayar dosaku
dengan darah dan kasih
tiada noda dan cela
bukan dengan emas perak
kau menembus diriku
oleh segenap hati
dan pengorbananmu
ku telah mati
dan tinggalkan
darah hidupku yang lama
semuanya sia-sia
dan tak berarti lagi
hidup ini
ku letakkan
pada mesbahmu
ya Tuhan
jadilah padaku seperti yang kau ingini

by Nikita

Selasa, 19 Agustus 2008

Tidak ada lagi pelajaran olahraga

Semenjak hari itu, saat aku pertama kali dibawa ke Pengobatan Patah Tulang. Tidak pernah ada lagi pelajaran olahraga untukku. Aku hanya berdiri dipinggir lapangan menatap teman-temanku yang lain. Sungguh menyebalkan aku hanya dapat duduk dipinggir lapangan sendirian. Malah aku sering jadi tempat penitipan barang teman-temanku yang lainnya. Mereka bermain kriket, sedang aku menjadi penontonnya.

Aku juga memakai tambahan baju baru.

perban elastis

dan dua buah spinal cord... alat penunjang tulang belakangku agar kembali lurus


sungguh tubuhku terlihat sangat gemuk saat harus pergi ke sekolah dengan memakai pakaian dalam, kapas di punggungku dan diikat dengan perban elastis itu yang ditarik kuat, kaos, lalu spinal cord itu, pakaian seragam sekolahku dan tambahan jaket untuk menutupi spinal cordku itu agar tidak terlihat. Bayangkan betapa gemuk aku terlihat oleh orang lain. Padahal berat tubuhku hanya 39 kg dengan tinggi 160 cm.

Senin, 18 Agustus 2008

masa baru dimulai



7 juli 2008
pagi-pagi sekali mama, papa, fakhri dan okta datang menjengukku. mama langsung menangis tak berhenti sedang okta sibuk dengan mainannya dan fakhri... bosan. papa memang tak mengucapkan apapun tapi aku dapat melihat sisa-sisa air matanya.
17 juli 2008
hari ini mama pulang  kerumah karena keesokan harinya aku sudah diijinkan pulang dari tempat pengobatan patah tulang itu. kasian juga okta karena selama aku menginap disana dia sempat beberapa kali mengeluarkan darah dari hidungnya, sementara fakhri dititipkan dirumah emi. bahkan mama membawa semua mainannya okta kesana agar ia betah dan tidak rewel.
18 juli 2008
aku pulang dari tempat pengobatan patah tulang itu dijemput sama wa aas, wa danu, kakak nurul, a oka dan a opa yang baru saja pulang untuk menikmati libur kuliahnya di Indonesia.
20 juli 2008
aku kembali kesana untuk kontrol. aku disuruh rukuk dan diukur kelengkungan tulang belakangku.
24 juli 2008
hari pertamaku masuk sekolah dikelas 9 sejak pertama kali libur sekolah dikelas 8. sungguh malu sekali rasanya dan sangat gugup, seperti baru masuk sekolah baru saja rasanya. ahda nemenin aku masuk kelas. aku duduk sebangku dengannya. aku bersyukur punya sahabat seperti dia. mungkin jika dia tidak menyisakan bangku untukku aku tak akan dapat bangku dan kemungkinan kebagian dipaling belakang padahal ruang kelasku adalah yang paling besar dan menampung sekitar 49 anak.
25 juli 2008
maagnya kambuh lagi. aku kembali tak masuk sekolah dan hanya terbaring dikasur. sedih rasanya harus kembali meninggalkan bangku sekolah padahal baru kemarin aku masuk sekolah setelah sekian lama libur karena pengobatan.
26 juli 2008
nenek dan uwa gendut jenguk aku. seneng deh rasanya di jengukkin. wa arhati, teh santi, kak nurul, a embet, teh atun, ilsar dan sikecil lovelita juga ikut. aku senang manggil sikecil itu dengan sebutan lovelly dan ya ampun dia bayi yang cantik banget dan juga lucu.
4 agustus 2008
aku kembali ke sekolahku. aku berjanji pada tubuhku sendiri, aku harus kuat. ngga boleh banyak ngeluh lagi. sakit-sakit sedikit tahan aja. ga boleh manja.
10 agustus 2008
aku kembali kontrol ke pengobatan patah tulang itu. dan pulangnya kerumah uwa karena letaknya lebiih dekat dari sana.
18 agustus 2008
hari ini  hari ulang tahunku tapi aku justru pergi ke tempat pengobatan patah tulang itu lagi. tapi sebelum kesana papa ngajakin aku jalan-jalan dulu sebelum datang ke tempat patah tulang itu. aku diajak sama papa lewat taman topi, pusat grosir bogor, museum perjuangan, taman topi square, matahari, mall merdeka dan masih banyak lagi. abis dari sana baru kita berangkat ke tempat pengobatan patah tulang itu lagi. setelah itu ke rumahnya wa aas yang dikampung ternyata disana wa embe lagi nangkepin ikan. padahal aku senang dan mau ikut turun kekolam nangkepin ikan-ikannya tapi sayang ga boleh jadi aku hanya dapat duduk dipinggir kolam dan melihat. hanya melihatnya.

Minggu, 06 Juli 2008

mimpi buruk



6 Juli 2008
hari ini aku pulang ke rumah emi sendirian. sampai disana aku kira awalnya aku mau diurut sama wa embe seperti biasa. waktu itu wa embe hanya bilang kalau : ”iya nanti diurutnya di rumah wa aas aja ya”. aku ga punya firasat buruk apapun waktu wa embe bilang seperti itu tapi ternyata sehabis maghrib aku malah disuruh naik ke mobil dan di mobil uwa bilang aku mau dibawa ke pengobatan patah tulang. sepanjang jalan aku merasah agak risih membayangkan cimande, pengobatan tradisional yang dipilih oleh wa embe, wa aas dan wa danu untuk menanganiku. sungguh gugup aku memandangi wajah kak nurul yang berusaha menenangkanku dan a asyhar yang sibuk dengan hpnya itu. dijalan aku melihat ada pasar malam lalu perjalananpun berlanjut. jalanannya semakin menyeramkan. sampai pada tempat tersebut.
 sampe disana aku langsung dibilangin sama orang yang jaganya setelah memeriksa keadaanku katanya aku bisa lumpuh kalau tidak segera ditangani dan harus dirawat disana. yang benar saja. aku langsung menangis dan semakin kencang ketika kakak nurul memegangiku dan mencoba menenangkanku. bagaimana mungkin tulang belakang yang terlihat begitu menonjol seperti sirip hiu itu dapat membuatku lumpuh.
aku menjerit sekencang-kencangnya ketika aku tidur tengkurap diatas kasur yang sangat keras sementara tangan dan kakiku di tarik sekencang-kencangnya dan tulang belakangku didorong oleh orang itu agar melurus. sakit, pedih air mata bahkan tak pernah berhenti mengiringi kepedihan yang kurasakan malam itu. cukup lama aku diperlakukan seperti itu. selama aku diurut uwa aas sibuk telepon mama, papa, uwa gendut, uwa danu, uwa arhati dan lainnya sementara samar-samar aku mendengar a asyharlah yang menjadi sasaran dengan nasihat-nasihat yang tak berhenti terus-menerus yang intinya mengatakan : “tuh sar kalau jatuh bilang... kalau udah parah kan susah nyembuhinnya” hm.. kasian a asyhar padahal dia kan ga salah apa-apa. ketika selesai diurut tubuhku langsung dibalut oleh ________ dan dibaringkan perlahan oleh beberapa orang. mereka sangat berhati-hati memindahkan dan mengangkatku ke kasur sebelahnya, mungkin agar posisi tulang belakangku tidak terlalu miring seperti sebelumnya. ketika aku sudah terbaring aku dapat merasakan sakit yang amat sangat di sekujur tubuhku. aku merasakan mual di perutku mungkin karena tadi tangan dan kakiku ditarik jadi organ dalam tubuhkupun bergeser dari tempatnya semula.
tidak berapa lama, kakak nurul, a asyhar, yunita, uwa aas, emi pulang. hanya teh empih dan uwa embe yang menemaniku disana. kakak pinjamin aku bantal pink smile nya dia buat nemenin aku tidur. uwa embe membelikanku semangkuk indomie rebus tapi tubuhku sulit sekali untuk bergerak bangun ataupun hanya duduk diatas kasur, lalu  teh empih mengambil mangkuk indomie itu dan menyuapiku makan. sungguh perasaan yang tak menyenangkan. makan dalam keadaan sakit dan merasa kesakitan disekujur tubuh.
selesai makan aku mencoba tidur namun mata ini tetap tak mau terpejam. seorang ibu dari kamar sebelah masuk dan meminjamkanku selimbut. katanya : “kalau malam disini dingin.. pakai selimbut anak ibu aja dulu dek. dia masih ada lagi selimbut yang lain”. aku sungguh bersyukur karena memang disana udaranya dingin, selain itu aku juga punya alergi terhadap dingin. ternyata tidak lama kemudian a wanda datang dengan membawa 2 buah bantal, 1 buah selimut dan beberapa kain lalu pulang kembali. malam itu terasa sangat panjang. kesunyian yang menyeramkan. aku bahkan hanya dapat memejamkan mataku 10 - 20 menit paling lama kemudian terbangun tertidur kembali dan terbangun kembali. terus seperti itu hingga pagi.

Kamis, 17 Januari 2008

Aneh...

lagi, sakit di perutku kembali menyerang... mama membawaku ke Rumah Sakit. Disana aku menemui Dr.Peny.Dalam... Kata Dokternya tidak apa-apa, aku hanya sakit maag seperti biasanya. Lalu dokter menyuruhku untuk foto rontgen. Untuk pertama kalinya aku difoto rontgen. Disana terlihat jelas tulangk belakangu aneh... bentuknya tidak lurus seperti hasil rontgen papa. Kata dokternya tidak apa-apa, aku hanya kurang tegak saat di foto. Bagaimana mungkin? aku merasa berdiri sangat tegak saat itu. Jelas aku tak percaya begitu saja. Aku mulai mencari-cari apa sebenarnya penyakitku. Namun tetap belum menemukan titik terang. Saat itu aku mulai sesak nafas, semakin hari semakin sesak rasanya. Tulang belakang serta leher dan tanganku juga sakit. Amat sakit. Namun aku bingung dengan penyakitku itu. Dokter bilang tulang rusukku menyempit, membuat paru-paruku sulit mengembang ketika mengambil nafas. Mangkanya aku sesak nafas.