Rabu, 23 Oktober 2013

Senja, kala ku menatapmu

terdiam aku dalam khayalanku
senja kuning mulai mewarnai kamarku
membuatku tersadar dari lamunanku
kau, adalah bintang
tak mudah bagiku untuk menggapaimu

aku mulai bangkit
menapaki dinginnya jalan itu
jalan sepi
yang sanggup menyayat hati ini
membawaku pergi
untuk melihat dunia nyata
menyadari satu hal penting !
kau yang tak kan pernah ku raih

masih ku ingat
agustus 2012
pertama aku melihatmu
kau yang selalu di puja
dimanapun kau berada saat itu
senyum yang tak henti menghias setiap gambar wajahmu
kau terlihat mengagumkan

satu tahun telah berlalu
kini, aku menyadarinya
perasaan yang tak biasa itu
tidak seperti satu tahun lalu
saat pertama aku melihatmu
semangat membara dalam jiwa itu
kau yang memakai almamater kuning
berlambangkan makara biru
 wajah yang berseri
penuh kebanggaan
rasa puas yang tak terkira
ya kau...
karena sekali itu
jantungku pun berhenti berdegup
aku pun merasakan gugup
sampai
hati kecilku memberitahu
satu hal penting itu
aku menyukaimu
bukan lagi sebagai pengagummu
bukan pula sebagai penyemangatku
tapi sebagai seorang laki-laki

maafkan aku
mungkin kalimat ini hanya akan menyulitkanmu
seharusnya aku sadar akan hal itu
kau yang tak mungkin ku raih
kau yang sulit tuk ku gapai

meski aku hanya dapat melihatmu dari kejauhan
namun dukunganku
atas setiap kerja keras
semangat yang tak pernah padam
serta setiap tetes keringat
yang mengalir demi kemenangan
bangsa serta universitas kita
akan selalu mengalir
seperti rintik hujan di senja ini

aku yang selalu mengagumimu
rabu
23 oktober
dini hari
di kala senja menjadi kelabu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar