Saat quiz manajemen keuangan aku mendengar beberapa percakapan anak-anak laki-laki di belakang. Sayup-sayup terdengar suara mereka, akupun mempertajam indra pendengaranku, bukan karena aku suka menguping pembicaraan orang lain, namun lebih kepada karena aku mendengar namaku disebut-sebut dalam pembicaraan tersebut. Mereka mengira aku sedang menggoda mereka malam kemarin karena sebuah sms yang kukirim menanyakan "tau tempat tukang kunci duplikat ga didaerah ui?" jujur saja saat mengirimkan sms itu aku hanya bermaksud membantu fitria karena kunci kamarnya patah dan tak seorangpun petugas asrama yang bisa membantu sedangkan hari mulai malam. Aku semalaman mencari-cari namun sulit karena sudah malam banyak toko yang sudah tutup. Tak pernah terfikir olehku kejadian malam itu yang aku hanya berniat membantu temanku sesuai kemampuanku hingga aku tak pulang kerumah dan bermalam dikamar mia. Rasanya ingin menangis saja ketika mereka mengatakan itu terhadapku. Mungkin ini sebuah balasan yang pantas untuk orang yang buruk sepertiku namun seburuk apapun aku, setidaknya aku masih berfikir positif terhadap orang itu. Aku coba meredam emosiku dengan mengingat hal-hal baik yang mereka lakukan terhadapku selama ini. Tetap saja aku ingin menangis... aku coba menahan air mataku dengan memfokuskan diri terhadap soal-soal yang kini ku kerjakan. Sulit rasanya berkonsentrasi dalam keadaan yang kurang menyenangkan dalam hal ini. Mereka juga berfikir pakaian ku yang aneh hari itu karena aku mencoba menarik perhatian mereka padahal tidak sama sekali, itu karena aku tak sempat pulang kerumah. Aku bahkan memakai pakaian Mia hari itu. Sungguh memalukan awalnya aku masih memakai masker karena aku lupa dan terburu-buru masuk kelas takut terlambat tapi kemudian aku merasa sangat malu terhadap pakaian ku hari itu, Ingin menangis rasanya harus tampil seperti ini ke kelas dan mendengarkan semua ucapan itu. Sungguh lelah rasanya tubuh ini sejak kemarin-kemarin dan bertambah lelah dengan semua perkataan itu.A Aku bahkan hampir jatuh saat pulang dengan mengendarai motorku sore itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar